Saat mendapat nilai bagus
Aku berbahagia, gembira, dan puas
Aku pun merasa sombong
Merasa diriku yang paling hebat
Saat mendapat nilai jelek
Aku langsung melecek-lecekkan kertas itu
Dan aku sempat berniat untuk membuang kertas itu
Tapi aku membatalkan nilai itu
karena nilai ulangan harus disimpan di tempat yang rapih
Aku mengecam diriku yang paling bodoh
Aku langsung menyerah begitu juga
Teman, jangan tiru aku yang seperti itu
Yang merasa sombong saat mendapat nilai bagus
Mudah menyerah saat sedih
Jadilah diri kalian yang sabar dalam menghadapi apapun
Dan diri kalian yang mempunyai jiwa yang tidak sombong
Kalian tak boleh menyerah
Jika kau punya jiwa pantang menyerah
Kalian harus pertahanin itu
Tapi ingat, kalian jangan sombong saat mendapat nilai bagus
Jika nilai kalian jelek
Kalian tak boleh menyerah
--------------------------------------------------------------------
Ini puisi bikinanku sendiri. Aku bikin puisi ini berdasarkan pengalaman pribadi. Puisi ini aku tujukan untuk teman-teman sekelasku di 8G. Puisi ini udah aku tempel di mading kelasku.
Jumat, 18 Februari 2011
Kamis, 03 Februari 2011
Drama IPS kelasku
Oh, iya. Aku mau bercerita sedikit tentang drama di kelasku.
Waktu itu, pas pelajaran IPS, kelasku disuruh bikin drama tentang proses kemerdekaan gitu, deh. Mulai dari peristiwa Jepang dibom oleh sekutu, Rengasdengklok, sampai pembacaan teks proklamasi. Terus, dari 40 orang di kelasku, dibagi menjadi 3 kelompok. Aku di kelompok 1, perannya sebagai Laksamana Maeda dan Latief Hendraningrat. Tapi sayang, pas drama ditampilkan, ada temanku yg gak masuk, namanya Heri. Jadi cuma 39 orang, deh.
Ini ada foto setelah selesai drama (bersama guru IPS-ku, Bu Isharyati):

Mau tahu aku yg mana?
Aku di posisi yg paling depan dan pake baju biru.
Waktu itu, pas pelajaran IPS, kelasku disuruh bikin drama tentang proses kemerdekaan gitu, deh. Mulai dari peristiwa Jepang dibom oleh sekutu, Rengasdengklok, sampai pembacaan teks proklamasi. Terus, dari 40 orang di kelasku, dibagi menjadi 3 kelompok. Aku di kelompok 1, perannya sebagai Laksamana Maeda dan Latief Hendraningrat. Tapi sayang, pas drama ditampilkan, ada temanku yg gak masuk, namanya Heri. Jadi cuma 39 orang, deh.
Ini ada foto setelah selesai drama (bersama guru IPS-ku, Bu Isharyati):

Mau tahu aku yg mana?
Aku di posisi yg paling depan dan pake baju biru.
Suat Kaleng
Aku mau cerita...
Sekarang di kelasku, kelas 8G, ada 'Surat Kaleng'.
Surat kaleng dibuat untuk menulis surat ke siapa aja, isinya terserah, mau saran, pujian, kritikan, maupun MENYATAKAN CINTA kepada seseorang, termasuk aku. Siapa yg kumaksud? Ada, deh. Surat kaleng itu dibuka setiap hari, dan hanya dibaca sama penerimanya. Yang lain nggak ada yg baca, kecuali orang itu ngebolehin orang lain buat membacanya.
Sekarang di kelasku, kelas 8G, ada 'Surat Kaleng'.
Surat kaleng dibuat untuk menulis surat ke siapa aja, isinya terserah, mau saran, pujian, kritikan, maupun MENYATAKAN CINTA kepada seseorang, termasuk aku. Siapa yg kumaksud? Ada, deh. Surat kaleng itu dibuka setiap hari, dan hanya dibaca sama penerimanya. Yang lain nggak ada yg baca, kecuali orang itu ngebolehin orang lain buat membacanya.
Sabtu, 08 Januari 2011
Minggu, 02 Januari 2011
Cinta Yang Abadi Di Sana
Oh iya, ini ceritaku yang dikirim ke majalah Aneka Yess! untuk lomba menulis cerpen.
Ini ceritanya...
----------------------------
Riko, seorang pengamen jalanan sedang berjalan di sekitar trotoar. Riko akan menyebrangi jalan untuk mengamen di tengah kemacetan. Saat berjalan di sekitar trotoar, tiba-tiba Riko melihat sebuah cincin yang terjatuh di dekatnya.
“Ini cincin siapa, ya?” Riko bingung, siapa yang punya cincin itu.
“Udah, ah. Lupain cincin ini dulu. Yang penting sekarang aku harus mengamen dulu.” ujarnya sambil menyimpan cincin itu ke dalam saku celana kusamnya. Kemudian, Riko langsung menyebrangi jalan.
“Permisi, pak. Permisi, bu. Permisi, dek. Maaf kalau saya mengganggu perjalanan kalian semua. Saya akan menyanyikan lagu dari Drive yang berjudul Katakanlah.” Riko menyapa orang-orang di sebuah mobil dengan ramah.
“Yang kau ingin, katakanlah. Yang kau mau, katakanlah padaku.” Riko mulai bernyanyi.
“Sebelum saya pergi, saya ingin bertanya sebentar. Ada yang tahu, ini cincin siapa?” tanya Riko sambil menunjukkan cincin yang ditemukannya.
“Yang pasti cincin itu bukan milik saya, ya! Cincin saya ada berliannya. Ini cincin murahan, tau!” bentak seorang anak perempuan di dalam mobil sambil melihat cincin yang dipegang Riko.
Tiba-tiba, mobil itu langsung berjalan dengan kencang dan menabrak orang-orang di sekitarnya, termasuk Riko yang saat itu kurang berhati-hati menyebrangi jalan.
Anak perempuan di mobil itu keluar menghampiri orang yang tertabrak oleh mobil orangtuanya. Anak perempuan itu bernama Angel. Angel melihat tubuh orang itu dengan sedih, “Walaupun aku nggak tahu namamu, tapi aku ingin meminta maaf atas kejadian ini. Tadi pas kamu bertanya tentang cincin itu, aku langsung bilang kalau cincin itu bukan punyaku. Sebenarnya, akulah pemilik cincin yang kamu pegang itu.”.
“Jika cincin itu memang punyamu, silahkan kamu ambil cincin itu di dalam saku celanaku ini.”
Tiba-tiba ada suara malaikat yang menyuruh Angel mengambil cincin itu.
Kemudian, Angel mengambil sebuah cincin di kantong celana korban itu dengan sedikit khawatir.
Malaikat itu memperkenalkan dirinya “Hai. Namamu Angel, kan? Perkenalkan, namaku Riko.”
Angel heran, kenapa orang itu bisa tahu namanya, padahal belum saling berkenalan, “Darimana kamu tahu kalau namaku Angel.”
“Kamu tidak perlu tahu urusan itu” suara itu menjawab keheranan Angel.
Tiba-tiba, Angel merasakan sebuah cinta dengan malaikat itu, “Jika tuhan mempertemukan kita di surga, aku ingin berkenalan dengamu lebih dekat dan kita menjalin sebuah cinta yang abadi di sana.”
“Jika itu yang kamu mau, silahkan. Aku siap menerimanya.” janji Riko sambil menggenggam tangan Angel.
Angel dan Riko menjalin cinta abadi di sana untuk selamanya. Tetapi, Angel tak dapat kembali ke dunia nyata.
------------------------------------------
Tolong dicomment ya ceritanya. Kritik ataupun saran aku terima, supaya aku bisa menulis cerpen yang lebih baik lagi.
Ini ceritanya...
----------------------------
Riko, seorang pengamen jalanan sedang berjalan di sekitar trotoar. Riko akan menyebrangi jalan untuk mengamen di tengah kemacetan. Saat berjalan di sekitar trotoar, tiba-tiba Riko melihat sebuah cincin yang terjatuh di dekatnya.
“Ini cincin siapa, ya?” Riko bingung, siapa yang punya cincin itu.
“Udah, ah. Lupain cincin ini dulu. Yang penting sekarang aku harus mengamen dulu.” ujarnya sambil menyimpan cincin itu ke dalam saku celana kusamnya. Kemudian, Riko langsung menyebrangi jalan.
“Permisi, pak. Permisi, bu. Permisi, dek. Maaf kalau saya mengganggu perjalanan kalian semua. Saya akan menyanyikan lagu dari Drive yang berjudul Katakanlah.” Riko menyapa orang-orang di sebuah mobil dengan ramah.
“Yang kau ingin, katakanlah. Yang kau mau, katakanlah padaku.” Riko mulai bernyanyi.
“Sebelum saya pergi, saya ingin bertanya sebentar. Ada yang tahu, ini cincin siapa?” tanya Riko sambil menunjukkan cincin yang ditemukannya.
“Yang pasti cincin itu bukan milik saya, ya! Cincin saya ada berliannya. Ini cincin murahan, tau!” bentak seorang anak perempuan di dalam mobil sambil melihat cincin yang dipegang Riko.
Tiba-tiba, mobil itu langsung berjalan dengan kencang dan menabrak orang-orang di sekitarnya, termasuk Riko yang saat itu kurang berhati-hati menyebrangi jalan.
Anak perempuan di mobil itu keluar menghampiri orang yang tertabrak oleh mobil orangtuanya. Anak perempuan itu bernama Angel. Angel melihat tubuh orang itu dengan sedih, “Walaupun aku nggak tahu namamu, tapi aku ingin meminta maaf atas kejadian ini. Tadi pas kamu bertanya tentang cincin itu, aku langsung bilang kalau cincin itu bukan punyaku. Sebenarnya, akulah pemilik cincin yang kamu pegang itu.”.
“Jika cincin itu memang punyamu, silahkan kamu ambil cincin itu di dalam saku celanaku ini.”
Tiba-tiba ada suara malaikat yang menyuruh Angel mengambil cincin itu.
Kemudian, Angel mengambil sebuah cincin di kantong celana korban itu dengan sedikit khawatir.
Malaikat itu memperkenalkan dirinya “Hai. Namamu Angel, kan? Perkenalkan, namaku Riko.”
Angel heran, kenapa orang itu bisa tahu namanya, padahal belum saling berkenalan, “Darimana kamu tahu kalau namaku Angel.”
“Kamu tidak perlu tahu urusan itu” suara itu menjawab keheranan Angel.
Tiba-tiba, Angel merasakan sebuah cinta dengan malaikat itu, “Jika tuhan mempertemukan kita di surga, aku ingin berkenalan dengamu lebih dekat dan kita menjalin sebuah cinta yang abadi di sana.”
“Jika itu yang kamu mau, silahkan. Aku siap menerimanya.” janji Riko sambil menggenggam tangan Angel.
Angel dan Riko menjalin cinta abadi di sana untuk selamanya. Tetapi, Angel tak dapat kembali ke dunia nyata.
------------------------------------------
Tolong dicomment ya ceritanya. Kritik ataupun saran aku terima, supaya aku bisa menulis cerpen yang lebih baik lagi.
Doain aku, ya.
Semuanya, doain aku ya, semoga aku bisa menang lomba menulis cerpen di majalah Aneka Yess! dan ceritanya bisa dimuat di majalah. Judul cerpennya "Cinta Yang Abadi Di Sana". Kalau udah dimuat, aku akan kasih tau kalian di blog ini. Oh iya, kalau mau tau ceritanya, aku kasih tau di posting selanjutnya.
Langganan:
Postingan (Atom)